Langkah-Langkah Membuat Business Plan yang Terstruktur untuk Mengembangkan Bisnis
Business plan merupakan dokumen tertulis yang menggambarkan berbagai unsur yang relevan dalam sebuah bisnis, baik yang berasal dari faktor internal maupun eksternal perusahaan. Dokumen ini membantu menggambarkan bagaimana sebuah konsep bisnis akan dijalankan, dikembangkan, serta diarahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Dalam membangun bisnis, keuntungan tentu menjadi salah satu pertimbangan penting. Namun, untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan perencanaan yang mampu menggambarkan kondisi pasar, kebutuhan konsumen, persaingan, sumber daya, serta strategi yang akan digunakan.
Kondisi setiap daerah juga dapat memberikan peluang bisnis yang berbeda. Surabaya, misalnya, merupakan salah satu kota yang memiliki aktivitas bisnis dan peluang usaha yang beragam, termasuk pada sektor kuliner. Dalam kondisi seperti ini, penyusunan business plan dapat membantu calon pelaku usaha memahami peluang sekaligus berbagai aspek yang perlu dipersiapkan sebelum bisnis dijalankan.
Berikut beberapa langkah yang dapat digunakan sebagai dasar dalam menyusun business plan.
1. Lakukan Penelitian
Penelitian menjadi salah satu tahap awal dalam penyusunan business plan.
Setelah memiliki konsep bisnis, lakukan penelitian untuk memahami apakah konsep tersebut memiliki peluang di pasar. Penelitian dapat mencakup kebutuhan konsumen, karakteristik target pasar, daya beli, kondisi lingkungan bisnis, kebiasaan masyarakat, serta kompetitor yang menawarkan produk atau layanan sejenis.
Penelitian juga perlu disesuaikan dengan lokasi bisnis yang akan dikembangkan.
Misalnya, bisnis kuliner di Surabaya dapat memiliki karakteristik pasar yang berbeda dengan bisnis sejenis di kota lainnya. Karena itu, pemahaman terhadap kondisi lokal dapat membantu perusahaan menyusun strategi yang lebih relevan.
Hasil penelitian kemudian dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan arah bisnis dan mengembangkan bagian lain dalam business plan.
2. Tentukan Tujuan Bisnis
Setelah memperoleh informasi dari penelitian, langkah berikutnya adalah menentukan tujuan bisnis.
Tujuan perlu dibuat secara lebih spesifik agar dapat menjadi dasar dalam menentukan strategi dan rencana kerja.
Tujuan tersebut dapat berkaitan dengan target pasar, pengembangan produk, penjualan, ekspansi, jumlah pelanggan, kapasitas operasional, maupun target keuangan.
Pada tahap ini, hasil penelitian sebelumnya perlu digunakan untuk memastikan bahwa tujuan yang ditetapkan memiliki hubungan dengan kondisi pasar dan kemampuan bisnis.
Dengan tujuan yang jelas, perusahaan akan lebih mudah menentukan prioritas dan mengarahkan sumber daya untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
3. Buat Company Profile
Company profile merupakan bagian yang menggambarkan identitas dan karakter bisnis.
Di dalamnya dapat dijelaskan mengenai nama perusahaan, latar belakang usaha, konsep bisnis, produk atau layanan, visi, misi, serta informasi lain yang relevan dengan perusahaan.
Company profile juga dapat menjadi bagian penting ketika business plan digunakan untuk memperkenalkan bisnis kepada calon investor, mitra usaha, atau pihak lain yang berkepentingan.
Namun, company profile sebaiknya tidak hanya berisi informasi mengenai perusahaan. Business plan tetap perlu menunjukkan bagaimana perusahaan menciptakan nilai bagi pasar dan bagaimana bisnis tersebut akan dikembangkan.
4. Susun Rencana Kerja
Setelah penelitian, penentuan tujuan, dan penyusunan profil bisnis dilakukan, tahap berikutnya adalah menyusun rencana kerja.
Rencana kerja menerjemahkan konsep dan tujuan bisnis menjadi langkah yang lebih konkret.
Di dalam tahap ini, perusahaan perlu melihat berbagai aspek yang berkaitan dengan pelaksanaan bisnis, mulai dari pemasaran, operasional, sumber daya manusia, kebutuhan investasi, hingga kondisi keuangan.
Analisis juga dapat digunakan untuk memahami peluang dan risiko yang mungkin dihadapi.
Analisis SWOT
Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah analisis SWOT, yaitu:
- Strength — kekuatan bisnis
- Weakness — kelemahan bisnis
- Opportunity — peluang yang tersedia
- Threat — ancaman yang dapat memengaruhi bisnis
Analisis SWOT membantu perusahaan melihat kondisi internal dan eksternal secara bersamaan.
Analisis PEST
Selain SWOT, analisis PEST dapat digunakan untuk melihat faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi bisnis, yaitu:
- Political — faktor politik dan kebijakan
- Economic — kondisi ekonomi
- Social — perubahan sosial dan perilaku masyarakat
- Technological — perkembangan teknologi
Kedua pendekatan tersebut dapat menjadi bagian dari proses analisis, terutama ketika perusahaan ingin memahami lingkungan bisnis secara lebih menyeluruh.
5. Susun Proyeksi Keuangan
Selain analisis pasar dan strategi, business plan perlu memperhatikan aspek keuangan.
Perusahaan perlu memperkirakan kebutuhan investasi, biaya operasional, pendapatan, laba, serta arus kas berdasarkan asumsi yang digunakan.
Proyeksi keuangan membantu pemilik bisnis melihat konsekuensi finansial dari rencana yang telah disusun.
Pada tahap ini, perhitungan perlu dibuat berdasarkan data dan asumsi yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar target yang diharapkan.
6. Evaluasi Peluang dan Risiko
Business plan juga perlu memperlihatkan hubungan antara peluang dan risiko.
Sebuah bisnis mungkin memiliki pasar yang menarik, tetapi membutuhkan investasi besar. Sebaliknya, bisnis dengan investasi yang lebih kecil mungkin menghadapi persaingan yang lebih tinggi.
Karena itu, setiap rencana perlu dilihat dari berbagai sisi sebelum masuk ke tahap implementasi.
Hasil evaluasi tersebut dapat membantu pemilik bisnis menentukan strategi yang lebih sesuai dengan kondisi dan kemampuan perusahaan.
Business Plan sebagai Dasar Pengambilan Keputusan
Dari seluruh tahapan tersebut, penyusunan business plan pada dasarnya bukan hanya mengenai membuat sebuah dokumen.
Business plan membantu menyatukan hasil penelitian, tujuan bisnis, strategi, operasional, dan perhitungan keuangan dalam satu kerangka perencanaan.
Semakin kompleks bisnis yang akan dijalankan, semakin penting pula proses analisis dilakukan secara sistematis.
Untuk kebutuhan penyusunan business plan yang lebih terstruktur, jasa pembuatan bisnis plan dapat membantu menyusun berbagai komponen perencanaan berdasarkan kebutuhan dan tujuan bisnis.
Dengan perencanaan yang lebih sistematis, pemilik usaha dapat memiliki dasar yang lebih jelas dalam memahami peluang, menentukan strategi, menghitung kebutuhan sumber daya, serta mempersiapkan langkah pengembangan bisnis.